22 Des

Uwah! Liburan gini susah internetan..tiap ari numpang ngenet di rumah orang,cm sebentar2 pula..kayak parasit aja haha

Sebenernya gw mo ngepost sumthin ni, tpberhubung bahannya ada di laptop gw di rmh, jd blm bisa gw post skrg..haaaa *menghela napas*
Sekarang saya sudah dewasa! Gigi susu saya suda hilang semua! (sepertinya) Huahaha
Ah udah dulu ya, nanti gw edit lagi..maaf uda bikin lo baca hal2 ga penting kayak gini..
Doakan saya bisa internetan sampe puas! hahaha

_________

here is the update, as i promised

________

It’s been 6 years since my beloved father passed away. But I still can feel him everywhere, like he’s never gone, like he’s always there. Gw selalu ngerasa beliau masih hidup, masih ada di rumah kayak biasanya, gw selalu membicarakan hal tentang beliau seolah dia masih ada di samping gw, entah kenapa. Gosh, I miss him so much.

 

Sekarang, gw pengen nge-share cerita ini, cerita yang mungkin cuma orang-orang terdekat dan temen-temen tertentu gw aja yang tau. Kisah ini gw copy-paste dari buku autobiografi gw yang gw tulis (dengan bahasa yang cheesy) hampir 6 tahun yang lalu, saat gw masih berumur 12 lewat sekian bulan, yakni beberapa bulan setelah bokap gw ngga ada, dalam rangka tugas bahasa Indonesia (/swt). Here we go..

 

______ _

Mungkin, inilah kejadian yang paling tragis yang pernah terjadi dalam sejarah hidupku. Pernahkah kau merasakan hidup tanpa adanya figur seorang bapak di sampingmu? Kini aku harus merasakannya tanpa bisa protes.

 

Pagi itu, Minggu 22 Desember 2002. Tiba-tiba aku terjaga dari tidurku sekitar pukul 09.00 pagi gara-gara mendengar suara berisik ibuku yang sedang bicara dengan Gugun, pembantuku. Katanya Bapak sakit dan Ibu harus segera menjemput.

DEG! Jantungku berdegup kencang.

 

Aku ingat, Bapak sedang berada di Senayan untuk lari pagi saat ini. Tidak biasanya Bapak bisa tiba-tiba sakit seperti ini. Aku merasakan sepertinya ada yang tidak beres. Entah kenapa, mulutku langsung komat-kamit baca doa untuk orangtua lebih dari 40 kali. Aku mencoba untuk tidur lagi, tapi kayaknya tidak bisa. Aku buru-buru bangkit dari tempat tidur. Aku langsung mandi dan berharap bisa ikut menjemput Bapak bersama Ibu, walaupun aku tidak yakin apakah diperbolehkan oleh Ibu atau tidak.

 

Selesai itu, ada telepon berbunyi. Telponnya diangkat dari bawah dan diam-diam aku menguping lewat telepon paralel yang ada di lantai atas. Aku mendengar seorang lelaki berbicara, ”Halo, bisa bicara dengan Bu Wida (nyokap gw)? Ini penting sekali..”

 

Aku betul-betul merasa tidak tenang, dan dengan sendirinya air mataku meleleh. Aku nggak percaya dan nggak bisa percaya. Aku juga nggak ngerti, ada apa sebenarnya? Akhirnya aku memaksakan diri untuk ikut bersama Ibu dan jadinya aku sekeluarga ikut semua dan rumah kosong.

 

Selama perjalanan air mataku terus mengalir tanpa bisa berhenti. Aku terus memanjatkan doa kepada Allah agar kenyataan yang terjadi tidak seburuk yang kuperkirakan. Saat itu aku benar-benar tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi? Aku benar-benar tidak tahu.

 

Entah kenapa mobilku belok ke kantor polisi. Lho, ternyata mobil Bapak yang Kijang ada di sini. Tapi kenapa kosong? Bapak ada di mana?

Ibu turun dan lama sekali tidak kembali, aku tidak tahu apa yang sedang dilakukannya. Aku termenung sendirian di mobil. Ada apa ini? Kenapa bisa begini? Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Hatiku terus bertanya-tanya dan aku berharap tidak terjadi apa-apa.

 

Tiba-tiba ada mobil yang masuk ke parkiran kantor polisi ini. Ternyata itu saudara-saudaraku. Mereka menghampiriku dan menciumku.

 

”Zsa…tabah ya..”

 

Lho, lho, tunggu. Kenapa nih? Memangnya ada apa?

 

”Lho, jadi Zsa Zsa belom tau ya? Aduh kasihan..”

 

Kenapa ini? Air mataku langsung bercucuran kembali dan aku berharap agar bisa merubah takdir.

 

Dan aku saat ini masih dalam kesimpangsiuran. Aku masih belum yakin dan percaya apapun yang sedang terjadi, dan aku masih tidak akan percaya sebelum mendapatkan jawaban yang pasti.

 

Setelah lama menunggu, akhirnya Ibu kembali dan berkata sepatah kalimat kepadaku, ”…Zsa…pokoknya kamu harus jadi anak Ibu yang paling kuat…”.

 

..Apa?

Aku cuma bisa bertanya, ”..Bapak kenapa?”

_____ _ _

 

Akhirnya mobil melaju ke arah RSCM. Lha, kenapa jalannya ke arah kamar mayat? Aku mulai menyadari apa yang sebenarnya terjadi, tapi tetap saja aku tidak bisa mempercayainya sebelum aku melihat buktinya dengan mata kepalaku sendirinya. Aku nggak percaya, dan mungkin nggak akan bisa percaya…

 

Firasat burukku yang paling buruk benar-benar jadi kenyataan. Bapakku, ternyata, betul-betul sudah nggak ada di dunia ini…

Mulutku nggak bisa ngomong apa-apa dan aku nggak tahu mesti ngapain. Bayangin aja, orang lari pagi ke Senayan tujuannya pengen sehat, kok jadinya malah seperti ini..?

 

Beberapa saat kemudian, jenazah Bapak dibawa turun dan dimasukkan ke dalam ruangan. Mbak Sugi sampai shock dan nyaris pingsan saat melihatnya. Air mataku terus menetes. Aku bingung dan benar-benar bingung. Padahal aku terakhir kali melihat sosoknya baru tadi malam, kok tiba-tiba sudah terbaring dan terbujur kaku jadi mayat begini.

 

Aku memandang jenazah bapakku dan mengelus wajahnya untuk yang terakhir kalinya. Aku bertanya dalam hati, “Bapak ngapain tiduran di situ? Bangun dong, Pak…” Aku benar-benar sedih dan sulit mempercayainya.

 

Sampai rumah, sudah ada banyak sekali orang yang menanti kedatangan jenazah. Yang kupikirkan saat itu adalah penyesalan. Aku betul-betul menyesal! Setelah sejenak kupikirkan, sungguh banyak kesalahan yang pernah kuperbuat pada Bapak. Aku selama ini sungguh menyulitkan dirinya. Hingga pada saat terakhirpun aku masih mempunyai kesalahan padanya. Bahkan saat Idul Fitri kemarin aku masih diomeli dan disesalkan oleh Bapak karena aku selalu egois dan terus mementingkan kehendak diiku sendiri. Tapi semua sudah terlambat. Aku tidak akan pernah bisa merubah takdir yang sudah terjadi.

 

Aku tak habis pikir, bagaimana bisa orang sesehat itu dengan sedemikian mudahnya dipanggil oleh Allah? Allah benar-benar Mahakuasa dan apapun yang terjadi itu semua karena kehendak-Nya.

 

Waktu itu, kejadian meninggalnya Bapak ternyata hangat dibicarakan oleh pers karena tempat kejadiannya adalah di Gelora Senayan, tempat seluruh orang Indonesia berkumpul untuk berolahraga. Nama dan sosok bapakku sampai beberapa kali muncul di radio dan tv. Hampir setiap minggu Bapak selalu ke sana untuk lari pagi dan di sanalah pula Bapak merasakan dunia untuk yang terakhir kalinya. Mengapa jalan hidupnya terlalu singkat?

 

Saat aku melihat sosoknya untuk yang terakhir kali, aku sama sekali tidak melihat sosok manusia yang tak bernyawa, tapi justru menyaksikan sosok seseorang yang sedang tertidur lelap dan dalam tidurnya mengalami mimpi indah. Mengapa?

 

Aku terus berduka sampai beberapa lama. Aku kehilangan salah satu orang terpenting dalam hidupku. Aku nggak masuk sekolah sampai seminggu, padahal waktu itu lagi ada Ujian Akhir Semester. Akhirnya aku ikut ujian susulan 3 hari sebelum hari terima rapot tiba. Asal tau aja, air mataku masih menetes sampai saat aku menulis kisah ini. Alhamdulillah aku masih memiliki teman-teman dan keluarga yang terus memberiku support sehingga aku bisa bertahan hingga saat ini. Kini aku hanya bisa mendoakannya dari jauh dan berusaha untuk tetap tegar.

 

Setelah kejadian ini, hidupku jadi kacau dan mulai nggak stabil. Susah rasanya untuk kembali kayak dulu lagi.

 

____ _

Uhuk, begitulah. Bokap ninggalin gw dalam umur yang masih relatif muda, yaitu 42 tahun. Saat itu umur gw 12 tahun, kelas 1 SMP dan ade gw 3 tahun, belum sekolah. Bokap meninggal di Stadion Bola Gelora Bung Karno Senayan, di bagian luarnya sih, di tempat yang biasa dipake orang buat lari-lari itu lho. Jadi waktu itu Bokap dan temen-temennya abis lari beberapa putaran, terus mereka istirahat di lapangan rumput. Bokap tiduran, sempet minum segala. Eh ngga taunya Bokap ngga bangun-bangun lagi. Yang nyadar malah tukang minuman yang jualan deket situ, temen-temen bokap gw yang pada duduk sebelahan sama Bokap ngga ada yang ngeh. Gegerlah semua. Penyebab kematiannya juga sampe sekarang gw ga ngerti. Ada yang bilang, pas lari ada loncatan lemak/kolesterol yang nyumbat pembuluh darah ke otak. Wallahu a’lam. Mungkin emang kontraknya dengan dunia ini udah abis, itu aja.

Jujur, gw ngerasa kehilangan banget. Gw pengen banget bokap gw ada di samping gw dan ngelewatin momen-momen yang belum pernah gw rasain bareng bokap gw. Gw pengen banget bokap ngeliat gw meraih ranking 1 di kelas untuk yang pertama kalinya, ngeliat gw lulus SMP, masuk SMA, diwisuda, trus masuk ITB, dst. Haha, mungkin beliau ngeliat ya, cuma gw-nya aja yang ga bisa ngeliat kalo bokap ngeliat gw. Kadang gw pengen ngerasain apa yang dirasain sama anak-anak normal lainnya, jalan-jalan sekeluarga lengkap dengan bokap yang nyupirin, nonton tv bareng, minta diajarin kalo ada pelajaran yang ga ngerti (like always haha), atau sekedar minta saran dan tips. Satu lagi yang gw pengeeeen banget, diajarin gambar. Seumur-umur gw ga pernah minta bokap gw ngajarin gambar, setelah gw masuk FSRD baru deh kerasa kalo gw BUTUH BANGET bantuannya.

Hiks.

 

Ini ada puisi yang gw buat tanggal 22 Desember 2003, setaun setelah meninggalnya bokap gw, waktu pelajaran agama di sekolah, di salah satu halaman buku cetak agama (biasa lah, dari dulu gw ga pernah fokus meratiin pelajaran dan malah ngerjain hal-hal laen). Here it is.

____ _

22 Des

 

Sehari, dua hari
365 hari
Tanggal ini, setahun yang lalu
tak bisa terlupa
Pagi yang cerah tapi kelabu
Lelaki yang terbaring seperti tidur
Bagai terlupa
Yang di bilik diam saja
Tak tahu menahu tapi penuh curiga
Mencuri dengar dari kotak kecil bersuara
Lalu hening tak tentu mengapa
Matahari meninggi
Yang di bilik jadi di rumah anyir
Yang diam jadi menjerit
Hati kosong
Tak tentu arah dan tujuan
Anak itu tak pernah percaya
Tak pernah bisa percaya
Tak pernah yakin hingga saat ini
Kau tahu?
Karena berlalu begitu cepat
Tadinya ada lalu tiada
Seperti angin
Lantas, siapa juga yang bisa percaya?
Bagi anak itu
bukan hanya Hari Ibu
tapi juga Hari Ayah
dia bapakku
Tak pernah lupa, dan tak akan pernah lupa
Setahun yang lalu, 22 Des
By “anak itu”
Monday, Dec 22nd 2003

____ _

pieces of memories

taun kapan nih? hahaha

taun kapan nih? hahaha

pas wisuda SD

pas wisuda SD


Advertisements

About zsami

Currently studying Multimedia Design in Bandung Institute of Technology and working as freelance comic artist and illustrator. Still trying to live life to the fullest and be grateful for everything.

17 responses to “22 Des

  1. Kinta

    Zsaa..once I read this post, I want to shed tears. Pikiranku langsung flashback ke tanggal 22 Des ’02. Aku inget bgt begitu denger kabar Bapakmu lwt telepon (siapa yg nelepon yah waktu itu?) aku nangis kejer..

    padahal aku ketemu Bapakmu baru beberapa kali, padahal aku baru kenal kamu 5 bulan..tp ga tau aku sedih banget. Seakan akan Bapakku sendiri yg ‘ga ada’.

    always be strong zsa! We all love you.

    p.s. i miss you! and i miss Om Joel too.

    • hmm waktu itu aku yg telpon kin, lgsung dr tmpat kjadian (i mean rscm) 🙂

      yg pasti sih..nikmatilah waktumu sbanyak mgkin dgn org2 yg km sayangi selama km msh bisa nglewatin wktu brsm mreka..
      aku ngmg gini krn aku sendiri blm.. klo aku bikin daftar hal2 yg aku seselin krn g nglakuin hal2 yg hrsnya kulakuin d masa lalu, pasti bakalan pjg bgt..
      tmsuk sm kamu, n sm bnyk org lainnya..banyak bgt ‘utang’ yg hrs kubayar, bnyk bgt niat yg blm terlaksana.
      msh blm bisa memberi k org lain sbnyk yg org lain beri ke aku..aaah
      bukannya pamrih sih..tp mmberi kbaikan sbnyk2nya k org lain kan sesuatu yg hrs kita lakuin kan?

      thanks sayy..i’ll try n always try. i love u all.

      miss u too XD

  2. dhilaaz

    koq gw baru inget yah klo di lagunya M2M ada lirik yg bunyinya kyk gini, “I remember date and time; September twenty second, Sunday, twenty five after nine (9:25)”
    ..err don’t know what’s with that. I’m just saying.

    never got to know him, but from all you told me, I knew he was such a great man.
    hope you turn out to be as good as him

    “What’s a dad for, dad?
    Tell me why I’m here dad
    Whisper in my ear that I’m growing up to be a better man, dad
    Everything is fine dad
    Proud that you are mine dad
    Cause I know I’m growing up to be a better man
    Father I will always be
    That same boy that stood by the sea
    And watched you tower over me
    Now I’m older I wanna be the same as you
    What’s a dad for, dad?
    Taught me how to stand, dad
    Took me by the hand and you showed me how to be a bigger man, dad
    Listen when you talk, dad
    Follow where you walk, dad
    And you know that I will always do the best I can..”

  3. dhilaaz

    errrr in your case, “girl” and “women”, then? hehe

  4. dhilaaz

    woman, my bad *salah mulu, banyak2in komen aja hahaha

  5. Mutia

    Zsa, aku bener2 kebayang pas hari itu..Hari2 sebelum itu..Oh Gott !! 6th yg lalu.. Wkt cepet bgd..
    Tp pas aku kebayang, ak bs bayangin km 12th, tp ga yg lain termasuk aku. Udh ga kbayang aku 12th..Hahaha
    kangen kamu zsaa..Sm bpk kmu jg yg jemput km drmhku.. smoga bahagia ya zsa bpk d Sana. Amin.
    Semangatt zsa..!!

  6. dhilaaz

    btw gw blh ngeralat lagi ngga? *ngga boleh!*
    earlier in your post, I think it’s supposed to be “like he was never gone, like he’s always there”
    if you don’t like me correcting, just ignore it. nevermind. sorry

  7. @ dhilaaz :
    hmm wat de maksut with that lyric?

    Yea, walopun gw tau bokap gw jg punya banyak kekurangan (yg mungkin jg menurun ke gw), but he’s still my number 1 role model..

    btw ngopi dr mana tuh..hehe
    thank you so much for the encouragement, pal 🙂
    i will always do the best i can, like u always do hehe.

    syukurilah selama lo masih bisa bertemu dan berada di samping mereka dhil.. seperti apapun mereka, they’re still people you should love the most, rite? they love you more than u’d ever know dhil. drpd gw..bisanya bikin masalah mulu..punya sesuatu yg bsa dibanggain jg nggak..cih. pantes diomelin mulu.

    oyah, thanks for the correction. my bad. (emg ga jago sih, ga punya editor pula hahaha)
    btw kok di sini ga bisa ngereply otomatis di bawah komen sblmnya kyk di blog lo yah? ato nge-quote komen..gmn si caranya?

    @mutia :
    iya banget ty.. waktu itu kamu temen yg terakir ketemu bapakku ya..pas aku dijemput pulang malem2..pas hpku ilang itu..
    yaampun ty, waktu itu selama di mobil krn ketakutan hpku ilang, aku ga berani ngomong apa2 sm bapakku, eeh bpkku jg dieeem aja. akhirnya besoknya aku beraniin ngomong kan klo hpku ilang.. kukira bakal diomelin, eh ga taunya bpkku ngmg dgn tenang, mo bantuin cari hpnya. eh besok paginya bapakku malah ‘pergi’.. hiks
    bener2 kisah sedih di hari minggu..huhuhuhu

    amiiin. kmu jg ya ty, smangat!!

  8. dhilaaz

    hoh lo lagi ol toh

    gapapa, like I said, I’m just saying. aneh aja koq hampir pas gitu. Sunday? Sept 22nd? around 9?
    well nevermind

    itu lagunya yellowcard tauk.
    “like you always do”? ..what do I do?

    well that’s the problem, since they’re the ones I respect the most, breaks my heart to see that they don’t appreciate what I’ve done, while I kinda did those for them.
    yea, whatever, rite?

    what? you want me to be your editor?
    itu ga otomatis, kali. iya pake quote. tapi repot sih, gw jg yg digituin cuma frontpagenya aja

  9. dhilaaz

    eh, beneran diedit toh.
    ah apaan sih gw nyampah aja drtd. sorry

  10. sarah

    Ahh, sedih bgt kak. Tapi salut deh kakak tegar banget sampe sekarang .

  11. hmm… bokap lo koq mirip Munir ya?

    eniwei, postingan lo kali ini dalem banget Zsa. u really love ur daddy that much… u really DO have a dad who deserves such love from his childs.

    as for me, i still have one, but it feels like i don’t have any. he’s a living ‘Bang Toyib’, 3 x lebaran tanpa pulang. udah lama dia jadi jarang pulang, sering ke luar kota, ngurusin bisnisnya. n suatu hari, gw nanya2 tentang alasan kenapa dia jarang pulang. conversation goes n akhirnya dia marah2, terus pergi begitu aja, gak balik2 lagi. dia bener2 gak pernah nginjekin kaki ke rumah lagi sejak hari itu. dia nginep di kantornya, FYI, he’s the owner of a amall company. gw yakin itu bukan karena ucapan gw. ucapan gw mungkin pemicu emosinya, tapi bukan karena itu dia jadi gak balik2 lagi ke rumah. there’s gotta be more to this.

    dia gak pernah nanyain keadaan gw n gak pernah mau ngurusin urusan sekolah gw. bahkan saat abang gw bikin masalah dengan pengen pindah sekolah pas kelas 3 sma pun bokap gak ngebantuin apa2. akhirnya cuma nyokap n om gw yang bantuin abang gw nyari sekolah.

    dia gak pernah telepon ke rumah kecuali ada keperluan yang bener2 penting. dia jarang banget bisa dihubungin. hape gak aktif, gak ada di kantor(dan pegawainya gak tau dia kemana), ganti nomor tanpa ngasi tau nyokap. pokoknya dia bener2 kayak pengen pergi dari keluarganya.

    nyokap gw ngambil pensiun dini. niatnya sih biar bisa ikutan bisnis bareng bokap ato buka usaha baru. tapi bokap tetep gak mau tau. dia tetep ‘sibuk’ ngurusin bisnisnya dan dirinya sendiri.

    gw jarang banget ketemu bokap gw. paling cuma setaun sekali pas lebaran. selebihnya dia sibuk dengan urusannya, gak peduli dengan keluarganya. cuma sesekali dia ngirimin uang, itu juga gak seberapa. sebagian besar biaya hidup ditanggung nyokap yang udah pundung buat nyari uang tambahan(malah gw yang berusaha manas-manasin beliau buat buka usaha ato uangnya diputer di pasar modal)

    gw sih udah gak mau ambil pusing dengan mikirin dia lagi. anggap aja dia gak ada. gak ada gunanya juga meduliin orang yang gak peduli sama kita, kan? gw cuma berharap warisan dari dia bukan utang. hahahaha…

    u know, Zsa, u’re such a lucky one to have a great dad. dad that u’ll be miss forever after he’s gone. be strong Zsa, ayah lo pasti berharap lo jadi orang hebat. jangan kecewain beliau.

    kita sama-sama ‘nggak punya ayah’ ya… for u, that means literally. as for me, i feel like i don’t have one for he never care of his family.

    sori, jadi gw yang curhat gini. hahahaha

  12. splitlion

    people who dies are never dies, they’re always alive even we can’t see their flesh 😀

    but you’ll meet them in heaven, as promised B-)

  13. mamat!
    i know you are good girl.
    harus kuat owkay!

    coba sekarang kalo bokap lo lyat sekarang lo udah masuk itb..
    pasti beliau juga seneng..

    gw juga tahu kok rasanya ditinggalin sama orang yang deket bgt sama kita.
    rasanya kayak dunia runtuh, terus kaki kayak lemes gak sanggup bgt buat nopang tubuh kita.

    nenek gw meninggal gara2 tumor otak. disaat gw lagi superdown lagi ada masalah di sekolah. dy gak sempet bilang apapun di hari-hari terakhirnya di i rumah sakit. gw kangen bgt sama dy.

    gw pengen dy hadir di mimpi2 gw.

    tapi sekarang yang bisa kita lakukan adalah.. menjalankan kehidupan kita.. dan berusaha agar mereka bisa bangga sama kita.. ya gak?

    hehe.. 🙂

  14. DeE

    hey, saya nyasar ke blog kamu nih lewat si blog eskrim coklat..

    Ngebaca cerita ini, mengingatkan pada ayah saya juga. My dad passed away tahun 2002 juga, 12 November tepatnya. Setelah satu tahun sakit kanker. Waktu itu umur saya 18 tahun, dan adik 8 tahun. Kangen. Dan memang benar, kepingin deh supaya ayah bisa lihat saya sudah mandiri di negeri jauh sini, secara beliau juga yang kepingin saya menuntut ilmu di Belgium.

    Anyway.. tetap tegar! 😉

    Salam!

  15. dhilaaz

    eh gw lupa yak nambahin di komen gw waktu itu : “cuma beda bulan”
    hehe gapenting.. iseng ni gw browsing2 ga jelas *mending blajar! doh

    eh lo ga pnah bales komen2 org lg ya?

  16. tulisannya sangat bagus, lugas, dan menyentuh!! u’re such a strong girl!! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Just in case you want to know more.

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Most read by the travellers.

Those who left their footsteps here.

miftasasayu on Matahari Indonesia
zsa zsa on Matahari Indonesia
LULU on Matahari Indonesia
zsami on Matahari Indonesia
LULU on Matahari Indonesia

Wanna catch some fresh air? Try to read this comic compilation! Aseli Indonesia.

Follow zsami on Twitter
%d bloggers like this: