So long, farewell. :’)

Hidup.

Sama sekali ga bisa diraba. Kadang apa yang kejadian sama sekali ga pernah terlintas di benak sedikit pun. Begitu pula dengan kematian.

Kamis, 17 November 2011. Saya mimpi aneh.

Saya didatangi sama seorang bapak-bapak berseragam hitam yang mengaku sebagai supirnya Bude Wenny, bude saya, kakaknya ibu saya. Namanya Pak Mandeg. Kenapa dipanggil mandeg, saya ga habis pikir. Dia bilang, Bude lagi gak bisa mengirim uang bulanan (jadi, yang memberi saya beasiswa untuk kuliah selama ini adalah bude saya ini, dan kebetulan, waktu itu saya memang sedang galau menunggu kiriman dari beliau.) karena harus menghadiri sebuah hajatan, entah acara macam apa saya gak tau. Terus saya disuruh ikut sama Pak Mandeg itu naik mobil, sepertinya menyusul Bude ke acara tersebut. Saya menurut dan ikut naik mobil tersebut.

Di perjalanan, entah kenapa saya turun dan masuk ke sebuah ruangan yang sepertinya kamar mandi karena terdapat sebuah cermin di dalamnya. Sembari berkaca, saya memperhatikan ada yang aneh di mulut saya, tiba-tiba gigi saya –mulai dari gigi taring hingga ke geraham paling belakang, atas dan bawah- mendadak keropos dan copot satu per satu. Semakin saya mempertahankan agar gigi geligi tersebut tetap menempel pada tempatnya, semakin runtuhlah mereka hingga gusi saya licin mulai dari bagian taring hingga geraham.

Tepat pada adegan bikin frustasi tersebut, saya terbangun. Kaget. Waswas. Pertanda apakah?

Sebenernya saya ga mau lagi terlalu percaya sama mimpi, tapi ternyata mimpi ini cukup bikin kepikiran juga. Saya cek facebook, rupanya pagi itu ada salah seorang senior saya di SR yang meninggal. Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun. Mungkin mimpi tadi punya korelasi sama peristiwa ini, saya tadinya berpikir begitu. Akhirnya saya melupakan mimpi tadi hingga beberapa hari kemudian.

Senin, 21 November 2011. Pertandingan Final Sepak Bola Sea Games 2011 : Indonesia VS Malaysia.

Skor 1:0 untuk Indonesia, dengan gol yang diciptakan Gunawan Dwi Cahyo. Gunawan. Hmmm. Kayak nama kakak sepupu saya, Gunawan Wibisono, yang dari kecil saya panggil Mas Dimas atau Mas Dim, anak lelaki bude saya yang bungsu. Saat istirahat pergantian babak pertama ke babak kedua, saya beranjak dari ruang nonton menuju dapur, mau nyeplok telor. Tiba-tiba terdengar dering telpon. Paling Ibu. Saya nerusin masak karena ribet mau ngangkat telpon. Tapi kok ya telponnya bunyinya berkali-kali, berdering terus sampai beberapa menit kemudian. Akhirnya sambil menggenggam centong di tangan, saya angkat. Ternyata bener dari Ibu.

‘Iya, kenapa Bu? Aku lagi ribet masak nih.’

‘Zsa, besok pagi kamu buruan pesen travel yang paling pagi ya.’

‘Emang kenapa?’

‘Jangan kaget ya, Mas Dim meninggal.’

‘Hah!? Bohong.’

Aneh banget. Ini berita paling ga bisa dipercaya yang saya denger tahun ini. Terlebih lagi, karena sebelumnya pernah ada kejadian kayak gini. Bude pernah ditipu oleh penelepon gelap yang memberi kabar kalau Mas Dim kecelakaan pas lagi nyupir bareng pacarnya, dikabarin kalo kecelakaannya parah banget, salah satu dari mereka meninggal, dan butuh biaya buat operasi segera sebesar 25 Juta. Dan saking shocknya, Bude langsung mentransfer 25 Juta tersebut, dan setelah dicek, ternyata Mas Dim dan pacarnya baik-baik aja. Masa iya sih yang kayak gini bisa kejadian sampe dua kali, pasti becanda deh.

But this isn’t another joke. This is real.

Mas Dim bener-bener meninggal, dalam tidur panjang tanpa pernah terbangun lagi. Tanpa tanda-tanda. Tanpa pamit. Tanpa kata-kata terakhir.

I don’t know how to say…but life is so bizarre. Really. And so is my dream several days before.

When you think you have the hardest day of your life ever, there must be someone who has life harder than you. I just can’t imagine what would their feelings like, what it’s like to be Bude Wenny, Pakde Titut, or my cousin Mbak Riri. Yes, I ever lost someone important in my life, but the situation is just different. It must be very hard, really. And honestly I don’t know what to do to make things better. I’ve been living with them for 3 years when I was in high school, and as long as I know, Mas Dim is one of most humble and down to earth person I ever met. The last time I met him is around one year ago, and sadly, when I have to meet him again, he won’t open his eyes anymore.

Mendadak semua ingatan gw kembali ke masa lalu. Waktu Mas Dim masih gemuk, Mas Dim selalu jadi monster yang ngejar dan nakut-nakutin anak-anak cendol -saya dan adik-adik sepupu lainnya- sampai saya sempet takut beneran sama Mas Dim. Pernah juga saya dan anak cendol lainnya ketawa-ketawa ngeliat Mas Dim kesangkut di tempat tidur gantung waktu liburan di Anyer, sambil ngejulukin anak gajah (maafkan sepupu-sepupumu yang usil ini ya MasDim). Hingga waktu SMA, di mana saya selalu dibolehin ngejajah komputer super canggihnya MasDim supaya bisa internetan. Gara-gara MasDim pula (secara ga langsung sih) saya jadi tau Kaskus, band-band rock yang jadi favorit saya sampe sekarang, even bokep (lol) and so on. Oh God, does time really fly this fast?

Dear Mas Dim, wherever you are now -but we always hope you’re already in the most beautiful and peaceful place you’ve ever been- you have to know that, we always love you, just the way you are.

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wa’fuanhu.

We’re gonna miss you so much, brother. Really.

Mas Dim with Kresna (left), neighbor since childhood, and my another cousin, Mas Wahyu (right), his partner in crime. This photo was taken at his 21st birthday party, April 2007.

Farewell, Mas Dim. See you in the afterlife :’)
6 April 1986 – 21 November 2011

Advertisements

About zsami

Currently studying Multimedia Design in Bandung Institute of Technology and working as freelance comic artist and illustrator. Still trying to live life to the fullest and be grateful for everything.

One response to “So long, farewell. :’)

  1. Pingback: Rekapitulasi 2011 « kambing; bunga lili; matahari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Just in case you want to know more.

December 2011
M T W T F S S
« Nov   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most read by the travellers.

Those who left their footsteps here.

miftasasayu on Matahari Indonesia
zsa zsa on Matahari Indonesia
LULU on Matahari Indonesia
zsami on Matahari Indonesia
LULU on Matahari Indonesia

Wanna catch some fresh air? Try to read this comic compilation! Aseli Indonesia.

Follow zsami on Twitter
%d bloggers like this: